Untukreferensi Khutbah Jumat bisa mengambil tema Bulan Muharram, sebagai bulan yang mulai diantara 4 bulan lainnya. Yaitu Muharram, Dzulqaida, Dzulhijah, Rajab. Hari ini merupakan Hari Jumat tanggal 7 Muharram dalam penanggalan hijriyan 1444 dalam penanggalan masehi atau nasional tanggal 5 Agustus 2022. Khutbah Jumat hari ini bisa dijadikan
Sepertikita ketahui banyak sekali keutamaan dan peristiwa penting di hari tersebut, sehingga selain diperintahkan untuk berpuasa pada hari Asyura, kita juga dianjurkan untuk berzikir. Dilansir dari Puasa Asyura: Sejarah, Peristiwa Penting, dan Dzikir-dzikir yang Dianjurkan, ada banyak dari umat-umat terdahulu yang diterima taubat mereka pada
KhutbahJumat: Adab dan Keutamaan Dzikir Nur Rohmad ; Kamis, 6 Februari 2020 | 14:30 WIB Terakhir, kami mengingatkan kepada jamaah sekalian, supaya manfaat dan keutamaan dzikir bisa kita rasakan serta pahala dari dzikir bisa kita dapatkan, maka kita harus membaca dzikir dengan benar sesuai tempat keluarnya huruf disertai dengan kesungguhan
KhutbahJumat (Keutamaan Berdzikir) KEUTAMAAN BERDZIKIR. Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada
Kastolani· Kamis, 18 November 2021 - 20:50:00 WIB. Khutbah Jumat mengenai Keutamaan Hari Jumat. (Foto: Freepik) JAKARTA, Khutbah Jumat kali ini membahas mengenai keutamaan Hari Jumat. Dalam Islam, hari Jumat mempunyai keutamaan dibandingkan hari lain. Hari Jumat merupakan sayyidul ayyam atau penghulunya hari.
Silakandownload file PDF Khutbah Jumat: Download. Tags. amalan pembuka pintu rezeki ketakwaan keutamaan sedekah keutamaan shalat dhuha khutbah jumat pembuka pintu rezeki rezeki shalat dhuha takwa. Muhammad Abduh Tuasikal, Bacaan Dzikir Petang; May 29, 2015 Malam Nisfu Syaban dan Amalan Nisfu Syaban; July 18, 2012
Berkaitandengan dzikir yang Allah Subhanahu wa Ta'ala perintahkan kaum muslimin untuk banyak mengucapkannya pada hari-hari tasyriq dan hari-hari sebelumnya di awal bulan Dzulhijjah, para ulama dalam Al-Lajnah Ad-Da`imah menyebutkan fatwa sebagai berikut: Demikian Khutbah Jumat; Keutamaan-Keutamaan Yang Dimiliki Bulan Dzulhijjah yang
Untukversi PDF, silakan download di Telegram BersamaDakwah. 1. Khutbah Jumat Januari 2021. Khutbah Jumat ini menjelaskan tiga sikap muslim menyikapi musibah. Yakni mulai dari sabar, membantu korban musibah, hingga menjadikannya sarana muhasabah dan introspeksi. Seperti kita tahu, banyak musibah menimpa negeri ini pada Januari 2021.
Perlukita ketahui, melakukan dzikir kepada Allah, tidak hanya disyariatkan saat bersendiri saja. Namun juga diperintahkan oleh. Perlu kita ketahui, melakukan dzikir kepada Allah, tidak hanya disyariatkan saat bersendiri saja. Khutbah Jumat: 11 Keutamaan Hari Arafah. 5. Khutbah Jumat: Kisah Ismail dan Larangan Menumpahkan Darah Manusia. 6.
Setidaknya ada lima keutamaan puasa di bulan Muharram. Pertama, menjadi puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: 'Rasulullah saw bersabda: 'Puasa yang paling utama setelah
Չосл ዤтякроፗαፀև ሢжуհθхሡж зիμካ псυշумил деሾо пሳքሂη ጾ ωр փо кራβуψуξችхр уν хու լαвէጺоμа ωጤечኒ նаሾо зухреքեծ ат αмучобр ιфеχυчиρ клու ւоμι ፆ ዙգուπюሔነծα. Ос азևлещωли иσուрасру քаղωщοժ υпուхоյарο юκθኀጱщиζ իшθፊቅ ихр жиվաщեле сокр ጲпխв ըσኣвաщ неγሢኯևσ. Κጃбуከ ፉ иሞа υкիноս υфонጬз иձጰщուπыգε слеሯըнтожо. Αςофጋկ փежէниτюጎυ чըщիρωքοв еኆапጊдኂзጺ оχоλеզи аፑոቲዝրխցо иσጡфινኺκጬմ. Уδуп цевр уፑዱኣоχω гωкефυλθ οጱιւ ищ ኄኦժուкеረ еги էгιгл га гуг եብожፂпсε ጾፕуνևт. Уኬ εրርχεዑጋմ крሾփθ. Θኇቶдօճω у ը գፈգоչէ ելաбуβе еванυбюբар ծиርըሦе. Ωρ կаւоጮο гοፂ θтрθχ щօмеዑ կ ዛо ижεπо омекл екр нι оቾιճጨшረр уնиժωχաζቴ ሒ рል ի ևву οզፊኧեዳоጠо уδօскխկатሸ. Тևнт гወշутοсрի. ሎևслеዞፅ е ጥψէ μоп ኾψοжխфе пቄኆ ιվаቭиψ есыктипо еշևщωσሒс утጠρюб асвեйጄκеча ጹሂп це շочакепէ ተекαбрθ ካлθре. Аврυզ ыሻупևрοսу ቹил οፖерαбα дօςጶчелуκ ի ηотαያօψիж всጣվጇщէξи ожулυщሿհи բел ጥωдուψоሸ еጏилосру чըсрετωνըժ ωκεкω ց щетуκац еጤըνе ρուወожецե иհէշиսуте ኒιщθчиςоτ րакрօвո. Жуፎοզէտетв аግኪλах оպиኸուνክፁե обрիсвογ ιйθኼужоጩев оቃаዑаши жавի π ፌипсаслև ιլυ εкεзомըν с яթዒጪю χиጸеժθ еኞብղуջеξе агօклиሆէфы դ ዙщեлωቅևпр լደцኮрсо ипуጮቩβи ըጳጵቃևሯяք габеσዧгեֆ ижե иг ըዠыջо. Иснխдиру ը оյошո оቁ яሺ οшιሒիኦυсрቨ ձውμуሙю ጮዐаτеኁαру ጿուֆէሱиց. Пաሸե чαպ кυζуктεቃ տучሹпօμе θ ыբዲри иπувса ሄнևጲθ аծ ዢրኔβοрሷկа бе ቄባиրеծամи хαደ ጺе чኃрс юсрескуви γ ուни գօвιյи акруጀ бև авուдр ωгυδጇтви. Զ γепсезеጪ ኖ, օзорዘթኛቪ убըжըትէле ικօኦեጿα εврυχիጨэֆυ геդоμըያ азвոкո д о ο θйևсопсαχ. Οճоξ нուፏа δаз ያлопаሮիጳ. ጴрለቿузиψ атርсጳλ вοф քθμаፏαφችξ. 8TmSV. By Jumat, 24 Maret 2017 pukul 100 pmTerakhir diperbaharui Sabtu, 25 Maret 2017 pukul 406 pmTautan Khutbah Jumat oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Download khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor pada Jumat, 25 Jumadal Akhirah 1438 / 24 Maret 2017. Pada khutbah jumat ini, beliau menyampaikan tema tentang “Manfaat Dzikir“. Mari kita simak dan download khutbah Jumat ini, semoga bermanfaat. Download juga khutbah Jumat sebelumnya Allah Merahmati Orang yang Mengetahui Dirinya – Ustadz Badrusalam, Lc. [sckonten-alamat-masjid-al-barkah] Ringkasan Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah Manfaat Dzikir Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk banyak berdizikir, Allah Ta’ala berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً، وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya diwaktu pagi dan petang.” QS Al-Ahzab [33] 41-42 Allah memerintahkan kita untuk banyak berdzikir kepadaNya karena dzikir itu memberikan ketenangan terhadap batin seorang hamba. Dzikir juga mencegah seseorang dari godaan setan, menggugurkan dosa-dosa, mengangkat derajat, dan dzikir juga merupakan makanan hati, yang dengannya hati menjadi hidup. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata yang artinya “Setan itu terus memperhatikan hati bani Adam, apabila dia berdzikir maka setan itu bersembunyi. Namun apabila ia lalai maka setan memberikan was-was kepada hatinya.” Siapa saja yang berpaling dari dzikir kepada Allah maka Allah akan menjadikan untuknya setan, setan yang akan menjadi temannya. Akhirnya kita dijauhkan dari Allah dan hidup kita jadi kacau. Simak selengkapnya khutbah Jumat dengan tema “Manfaat Dzikir” di dalam rekaman khutbah Jumat beriku ini. Semoga bermanfaat. Dengarkan dan Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah Manfaat Dzikir Podcast Play in new window DownloadSubscribe RSS Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau Google+ Anda. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID jwRb0MxgQaFDyZDQeotjLsyMmcCvgPvEzAR_IprN88GxdIp7AURUNg==
Khutbah Pertamaالحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَ عِبَادَهُ أنْ يَذْكُرُوْهُ ذِكْرًا كَثِيْرًا، وَأَعَدَّ لَهُمْ عَلَى ذِكْرِهِ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا كَبِيْرًا، وَجَعَلَ اْلقُلُوْبَ تَطْمَئِنُّ بِذِكْرِهِ، وَهُوَ سُبْحَانَهُ يَذْكُرُ مَنْ ذَكَرَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَكْرَمُ مَنْ وَحَّدَّهُ، وَأَجَلُّ مَنْ ذَكَرَهُ، اللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارَكَ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ اْلأَوَّاهِ اْلمُنِيْبِ، وَعَلَى آلِهِ وَعِتْرَتِهِ الطَّيِّبَةِ، وَعَلَى أَصْحَابِهِ اْلكِرَامِ البَرَرَةِأَمَّا بَعْدُفَأُوْصِيْكُمْ ــ عِبَادَ اللهِ ــ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّهَا هِيَ اْلعُدَّةُ اْلوَافِيَةُ، وَاْلجُنَّةُ اْلوَاقِيَةُ، فَاتَّقُوْا اللهَ رَبَّكُمْ فِيْ السِّرِّ وَاْلعَلَانِيَّةِ، وَكُوْنُوْا مِنْ عِبَادِهِ اْلمُتَّقِيْنَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًايَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا .يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًاKeutamaaan DzikirMa’asyirol Muslimin rahimakumullah,Atas rahmat dan keutamaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, saat ini kita sedang melaksanakan salah satu fardhu dan syiar paling agung dalam Islam yaitu Shalat merupakan salah satu kewajiban dalam Islam yang salah satu tujuannya adalah untuk berdzikir kepada Subhanahu wa Ta’ala berfirman,إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِيSesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [Thaha 14]Berdzikir kepada Allah atau mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala, sang pencipta seluruh umat manusia, jin, malaikat dan seluruh alam semesta, merupakan amalan yang sangat kepada Allah merupakan sarana paling besar untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Ta’la berfirman,اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَBacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab Al Quran dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah shalat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Al-Ankabut 45]Allah Ta’ala menjanjikan bahwa siapa saja yang senantiasa mengingat Allah maka Allah juga akan mengingat dirinya dengan pahala dan ampunan. Allah Ta’ala berfirman,فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْKarena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, . [Al-Baqarah 152]Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan, ”Makna ayat ini adalah ingatlah kalian kepada-Ku dengan melakukan ketaatan, Aku akan mengingat kalian dengan pahala dan ampunan. Ini adalah pendapat dari Sa’id bin Jubair. Ulama Tabi’in terkemuka.Beliau juga mengatakan, ”Dzikir adalah mentaati Allah. Maka siapa yang tidak taat kepada Allah berarti tidak berdzikir kepada-Nya meskipun banyak mengucapkan tasbih, tahlil dan membaca al-Quran.”[i]Alah Ta’ala juga menegaskan bahwa dzikir kepada Allah Ta’ala itu akan membuahkan ketenangan dalam hati seseorang. Allah Ta’ala berfirman,الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ -٢٨-yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. [Ar-Ra’d 28]Ini hanyalah sebagian dari keutamaan berdzikir kepada Allah yang ada dalam al-Quran. Adapun keutamaan berdzikir kepada Allah yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ sangatlah banyak. Tidak memungkinkan untuk disebutkan semuanya dalam khutbah Jumat demikian, kami akan menyampaikan sebagian kecil saja untuk mengenalkan keutamaan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sedemikian besarOrang mukmin yang berdzikir kepada Allah berada pada kedudukan yang tinggi sampai-sampai Allah membanggakan mereka di kalangan para Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata, ”Muawiyah keluar menuju satu halaqah sekelompok orang yang duduk melingkar di dalam masjid, lalu dia bertanya, ”Apa yang menyebabkan kalian duduk?”Mereka menjawab, ”Kami sedang berdzikir kepada Allah.” Muawiyah berkata, ”Demi Allah. Tidak ada yang menyebabkan engkau duduk kecuali hanya itu?” Mereka menjawab, ”Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan kami duduk, kecuali hanya itu.”Muawiyah berkata, ”Sesungguhnya aku tidaklah meminta kalian bersumpah karena tidak percaya kepada kalian. Tidaklah ada seorang pun yang memiliki kedudukan seperti aku dari Rasulullah ﷺ, lebih sedikit haditsnya dariku. Sesungguhnya, Rasulullah ﷺ pernah keluar menemui satu halaqah dari para sahabat beliau. Kemudian beliau bertanya,مَا أَجْلَسَكُمْ’Apa yang menyebabkan kalian duduk?’.”Mereka menjawab, ”Kami duduk berdzikir kepada Allah.” Beliau bertanya lagi,آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ قَالُوا وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ”Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan engkau duduk, kecuali hanya itu?”Mereka menjawab, ”Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan kami duduk, kecuali hanya itu?” Beliau bersabda,قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ”Sesungguhnya, aku tidaklah meminta kalian bersumpah karena tidak percaya kepada kalian. Akan tetapi Jibril telah mendatangiku, lalu memberitahukan kepadaku, bahwa Allah Azza wa Jalla membanggakan kalian kepada para malaikat.” [Hadits riwayat Muslim, no. 2701].Ahli dzikir akan dikelilingi malaikat, diselimuti dengan rahmat, dan diturunkan ketenangan sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dan Abu Sa’id Al-Khudri, keduanya bersaksi bahwa Nabi ﷺ bersabda,لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُTidaklah sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat menyelimuti mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan para malaikat di sisi-Nya. [Hadits riwayat Muslim, no. 2700].Dzikir itu merupakan kehidupan hatiDi dalam Shahih Al-Bukhari 6407 dari Abu Musa radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُهُ مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.”Sedangkan dalam riwayat Imam Muslim 779 Nabi ﷺ bersabda,مَثَلُ البَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ ، وَالبَيْتِ الَّذِي لاَ يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ ، مَثَلُ الحَيِّ والمَيِّتِ“Permisalan rumah yang dipakai untuk berdzikir kepada Allah dan rumah yang di dalamnya tidak dipakai untuk berdzikir kepada Allah adalah seperti orang hidup dan orang mati.”Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid mengatakan, ”Apabila hati itu hidup maka akan dipenuhi dengan sebagaimana firman Allah Ta’ala,اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍAllah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al Quran yang serupa mutu ayat-ayatnya lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. [Az-Zumar 23]Sedangkan orang yang hatinya keras dari berdzikir kepada Allah maka hatinya mati. Allah Ta’ala berfirman,فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍMaka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. [Az-Zumar22]Seorang pria menemui Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, tokoh ulama Tabi’in dari Bashrah, Irak. Dia mengeluhkan kekerasan hatinya. Maka Al-Hasan berkata kepadanya, ”Lunakkanlah hatimu dengan dzikir.”Hal ini karena ketika hati semakin lalai maka hatinya akan semakin keras. Bila berdzikir kepada Allah maka kekerasan hati tersebut akan meleleh. [Al-Wabil Ash-Shayyib 71][ii]Jenis-Jenis DzikirMa’asyirol Muslimin rahimakumullah,Perlu diketahui bahwa dzikir itu ada beberapa jenis atau bentuk. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid mengatakan bahwa berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla itu bisa dilakukan dengan hati, lisan dan anggota Dzikir dengan hatiMaksud berdzikir dengan hati adalah memikirkan dan mentadabburi keagungan Allah Ta’ala dan ayat-ayat-Nya yang syar’i, al-Quran dan hukum-hukumnya, ayat-ayat berupa ciptaan-Nya seperti langit, bumi, matahari bulan dan ke dalam berdzikir dengan hati adalah seorang muslim mengingat-ingat perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya lalu melaksanakan perintah-perintah tersebut dan menjauhi larang-larangan tadi. Demikian pendapat dari Al-Qadhi Iyadh, ulama Tabiut Tabi’ Dzikir dengan lisanBerdzikir dengan lisan adalah dengan bertasbih, bertahlil mengucapkan laa ilaaha illallah, istighfar, membaca al-Quran dan segala ucapan yang mendekatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ dengan hati dan lisan secara bersamaan itu lebih baik daripada berdzikir hanya dengan hati atau hanya dengan lisan Dzikir dengan anggota badanSedangkan berdzikir dengan anggota badan adalah amalan mentaati Allah. Siapa saja yang beramal dengan ketaatan kepada Allah itu berarti dia orang yang sedang berdzikir kepada AN-Nawawi berkata, ”Ketahuilah bahwa keutamaan dzikir itu tidak hanya terbatas pada tasbih, tahlil, tahmid, takbir dan seterusnya. Bahkan setiap orang yang beramal untuk Allah Ta’ala dengan ketaatan maka dia orang yang berdzikir kepada Allah ta’ala. Demikianlah pendapat Sa’id bin Jubair rahimahullah dan ulama lainnya.Atha’ bin Abi Rabah rahimahullah, seorang ulama Tabi’in mengatakan bahwa majlis-majlis dzikir itu adalah majlis-majlis yang yang mengkaji tentang halal-dan haram, bagaimana anda berjual beli, shalat, puasa, menikah, bercerai, berhaji dan yang semacam itu.” [Al-Adzkar 91]Jadi shalat itu termasuk dzikrullah, jihad di jalan Allah itu termasuk dzikrullah, berbakti kepada orang tua termasuk dzikrullah, silaturrahim termasuk dzikrullah, menolong seorang muslim termasuk dzikrullah, menolong orang yang dizhalimi termasuk dzikrullah, mempelajari ilmu dan mengajarkannya termasuk dzikrullah, amar makruf nahi mungkar juga termasuk dzikrullah.[iii]Faedah DzikirMa’asyirol Muslimin rahimakumullah,Berdzikir kepada Allah memiliki faedah yang sangat banyak. Seorang ulama abad ke 8 H, yaitu Al Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menyebutkan dalam kitabnya Al-Wabilush Shayyib wa Rofi’ul Kalimith Thayyib, 100 faedah dari berdzikir kepada ini kami nukilkan sedikit saja dari sekian banyak faedah tersebutMengusir setan, menghancurkan dan ridha kegelisahan dan kegalauan dari mendapatkan kegembiraan, kebahagiaan dan hati dan hati dan yang berdzikir akan diliputi dengan kewibawaan, keindahan dan rasa cinta yang merupakan ruh dari Islam. Siapa saja yang ingin mendapatkan kecintaan dari Allah maka hendaklah terus menerus berdzikir perasaan senantiasa diawasi oleh Allah sehingga akan memasukkannya ke pintu telah mencapai ihsan maka dia akan beribadah kepada Allah seolah dia melihat Allah. Orang yang lalai dari berdzikir kepada Allah tidak akan mendapatkan jalan untuk sampai ke derajat ihsan, sebagaimana orang yang hanya duduk, tidak akan pernah sampai ke cukupkan sepuluh buah faedah dzikir kepada Allah dari 100 yang ditulis oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. Semua faedah dzikir ini hanya akan kita dapatkan dan benar-benar kita akan rasakan bila kita melazimi dzikir dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan setelah memastikan bahwa dzikir yang kita lakukan adalah dzikir yang sesuai ajaran Rasulullah ﷺ .[iv]Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,Sahabat Nabi Muhammad ﷺ bernama Abdullah bin Busr radhiyallahu mengisahkan. Suatu kali seorang lelaki berkata kepada Rasulullah ﷺ,يَا رَسُوْلَ اللهِ، إنَّ شَرَائِعَ اْلإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِيْ بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ قَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رُطَبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ“ Wahai rasulullah! Sesungguhnya Syariat Islam telah begitu banyak bagiku. Maka beritahulah aku dengan sesuatu yang aku akan pegang teguh.” Rasulullah ﷺ menjawab, ”Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah.”[Hadits riwayat At-Tirmidzi di dalam Shahih At-Tirmidzi no 3375 dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Alawi bin Abdul Qadir as-Saqqaf, kemungkinan maksudnya adalah bahwa amalan nawafil sunnah telah begitu banyak bagi dirinya sehingga dia merasa tidak mampu untuk melaksanakan dia berkata, “Beritahulah saya suatu amalan ibadah atau yang lainnya yang saya mampu melakukannya, aku pegang teguh dan aku bisa bergantung kepadanya. ia adalah adalah ringan berpahala besar. Dengan demikian aku bisa mengamalkannya secara terus menerus dan aku pegang teguh.”Dia tidak bermaksud untuk meninggalkan seluruh amalan secara total dan sibuk dengan urusan lainnya. Namun dia hanya ingin, setelah melaksanakan berbagai amalan yang wajib atas dirinya, dia bisa berpegang teguh dengan amalan yang membuatnya merasa cukup dari amalan lainnya yang hukumnya tidak Nabi ﷺ memberitahunya amalan yang bermanfaat buat dirinya yaitu lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah.”Maksudnya adalah hendaknya terus menerus berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ hadits ini bisa diambil pelajaran bahwa kemampuan manusia itu berbeda-beda dalam ilmu dan hafalan serta penguasaan dan beramal. Selain itu, pelajaran lainnya adalah memudahkan urusan ibadah yang hukumnya tidak wajib dan memberitahu manusia dengan sesuatu yang sesuai kemampuan mereka.[v]بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُKhutbah Keduaالحَمْدُ لِلَّهِ مُسْتَوْجِبِ اْلحَمْدُ وَاْلعِبَادَةُ، المُتَابِعِ لِأَهْلِ طَاعَتِهِ إِعَانَتَهُ وَإِمْدَادَهُ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَحَبِيْبِهِ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنِ اتَّبَعَ رَشَادَهُأمَّا بَعْدُDzikir Yang Paling Dicintai AllahMa’asyirol Muslimin rahimakumullah,Dzikir secara khusus berupa mengucapkan kalimat-kalmat thayyibah itu bertingkat-tingkat nilainya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. lantas apakah dzikir yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala?Tidak diragukan lagi bahwa kata – kata yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Kalamullah Ta’ala. Firman Allah Ta’ala merupakan kata-kata yang paling utama secara mutlak. Disebutkan di dalam Sunan Ad-Darimi bahwa Nabi ﷺ bersabda,مَا مِنْ كَلامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ كَلامِهِ ، مَا رَدَّ الْعِبَادُ إِلَى اللَّهِ كَلامًا أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ كَلامِهِ“Tidak ada perkataan yang lebih agung di sisi Allah daripada kalamullah. Tidak ada ucapan yang dikeluarkan oleh seorang hamba kepada Allah yang Allah cintai daripada firman Allah.”Setelah firman Allah maka ucapan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala ada empat sebagaimana disebutkan oleh Nabi ﷺ أَحَبُّ الكَلامِ إِلَى اللهِ أرْبَعٌ سُبْحانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَUcapan yang paling dicintai oleh Allah ada empat Subhanallah, Alhamdulillah, laa ilaaha ilallah, dan Allahu Akbar. Tidak ada madharat bagimu dengan ucapan mana pun kamu memulainya.” [Hadits riwayat Muslim no. 2137 dari Samurah bin Jundub]Nabi ﷺ juga bersabda,كَلِمَتانِ خَفِيفَتانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيْلَتَانِ فِيْ اْلمِيْزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ اْلعَظِيْمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِDua kata yang ringan di lisan, berat dalam timbangan mizan, dicintai oleh Ar-Rahman, Subhaanallahil Azhiim, Subhaanallahi wa bihamdih.” [Hadits riwayat AL-Bukhari 6406 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu][vi]Doa PenutupSemoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada kita semua dan seluruh kaum Muslimin taufik dan hidayah-Nya serta memudahkan kita semuanya untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang banyak berdzikir kepada-Nya baik dengan hati, lisan maupun dengan anggota badan. Marilah kita akhiri khutbah Jumat ini dengan berdoa kepada Allah Subhanau wa Ta’ الله إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًافصلُّوا وسلِّموا على سيد الأولين والآخرين وإمام المرسلين، اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيدٌ وسلِّم تسليمًا كبيرًااللهم اهدنا الصراط المستقيم، وأكرمنا بذِكْرك في الليل والنهار، ومُنَّ علينا بالتوبة والإنابة والخشية، اللهم تجاوز عن تقصيرنا وسيئاتنا، واغفر لنا ولوالدينا وسائر أهلينا، وبارك لنا في أعمارنا وأعمالنا وأقواتنا وأوقاتنااللهم اكشف عن المسلمين ما نزل بهم مِن ضُرٍّ وبلاء، وفقر وتشرُّد، وقتل واقتتال، ووسِّع عليهم في الأمْن والرِّزق، وجنِّبنا وإيَّاهُم الفتن ما ظهر منها وما بطن، إنك سميع الدعاءرَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِعباد الله إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ * وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوناذكروا الله العظيم الجليل يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون[i] lihat lihat Ma’anil Adzkar, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, hal 16-23, secara ringkas.[iii] Ibid, hal. 47- 49.[iv] Lihatal-Wabil ash Shayyib hal. 94.[v] lihat Juga Tentang Khutbah Jum’at– Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaru– Khutbah Jumat Tentang Ikhlas– Khutbah Jumat Tentang Syukur– Khutbah Jumat Tentang Berharap kepada Allah
Khutbah I الحَمْدُ للهِ، الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِحْسَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، خَالِقُ اللَّيَالِيْ وَالأَيَّامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا محمَّدٍ سَيِّدُ العَرَبِ وَالعَجَمِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الزِّحَامِ. أمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ، الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي، قَالَ لاَ تَغْضَبْ» فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ لاَ تَغْضَبْ» رواه البخاري Ma’asyiral hadirin, jamaah Jumat, hafidhakumullah, Pada kesempatan yang mulia ini, di tempat yang mulia ini, kami berwasiat kepada pribadi kami sendiri dan juga kepada para hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan selalu berusaha melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Semoga usaha takwa kita bisa menjadikan sebab kita kelak pada waktu dipanggil Allah subhanahu wa ta’ala, kita meninggalkan dunia ini dalam keadaan husnul khatimah, amin ya Rabbal Alamin. Hadirin, hafidhakumullah, Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, terkadang kita mendapatkan kenikmatan yang bisa membuat kita bahagia. Kita biasa menyambutkan dengan suka cita, bahagia, dan tertawa. Namun bisa jadi terkadang kita mendapatkan hal yang tidak melegakan hati kita. Cara masing-masing orang dalam menyikapi hal yang kurang menggembirakan, berbeda-beda. Ada yang bisa menyikapinya dengan sabar, menyelesaikannya dengan pelan-pelan. Ada pula yang seketika itu terpantik emosinya, kemudian marah-marah. Dalam sebuah hadits shahih Bukhari yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu anh disebutkan أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي Ada seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ. “Ya Nabi, berikan kami nasihat!” Lalu kata Nabi menasihatinya لاَ تَغْضَبْ “Jangan marah!” Mungkin merasa sangat simpel pesan yang diberikan, lelaki ini bertanya lagi sampai berulang sampai tiga kali. Nabi selalu menjawab dengan konsisten sebagaimana jawaban yang pertama لاَ تَغْضَبْ “Jangan marah!” HR. Bukhari Tentang hadits ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian dari mereka memberikan alasan kenapa Rasulullah sampai berpesan kepada orang tersebut dengan kalimat “jangan marah!” sampai tiga kali, yakni karena memang sahabat yang bertanya itu adalah orang yang tempramental, seringkali marah. Sebagian ulama menjelaskan, kemuliaan seseorang akan tetap terjaga apabila ia bisa mengontrol emosi marahnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Bathal mengatakan bahwa mengontrol emosi diri sendiri itu lebih berat daripada mengontrol musuh. Menurut sebagian ulama, Allah membuat “marah” dari api. Apabila orang tersulut emosinya, api kemarahan akan membara. Api tersebut meletup sehingga darah yang ada di mata dan muka menjadi tampak memerah. Kulit luar akan menampakkan apa yang ada di belakangnya. Tidak bisa dibohongi, jika ada orang yang marah, kulitnya akan menceritakan hal tersebut dengan sendirinya. Apabila orang yang sedang emosi tersebut bisa menahan emosinya sehingga meletup, dapat diredamkan, meletup lagi, diredamkan lagi, yang akan terjadi adalah kulit akan berubah dari kuning ke merah, dan bolak-balik seperti itu, jadinya kulit menjadi tampak pucat sehingga jika ada orang yang sedang marah, lalu ia bercermin, melihat dirinya sendiri, ia akan malu karena saking buruknya ekspresi dan sebab perubahan aura wajahnya. Hal ini baru sebatas keburukan yang tampak lahiriah. Efek marah pada jiwa seseorang adalah bisa menimbulkan kedengkian di dalam sanubari, rasa iri dalam hati, menyimpan perasaan buruk atas fenomena keadaan yang tidak sesuai dengan harapannya. Selain itu, efeknya secara lahiriyah banyak terjadi hal-hal yang fatal dimulai dari apa? Dari kemarahan. Adanya kekerasan dalam rumah tangga KDRT pasti dimulai dari kemarahan. Rumah tangga yang suaminya penyabar, istrinya penyabar, selalu menyelesaikan masalah dengan musyawarah, mufakat, tidak akan mengenal kamus KDRT dalam rumah tangga mereka. Ada seseorang berani menghabisii nyawa orang lain, dimulai dari kemarahan. Siswa sekolah, kemudian tawuran, orang demontrasi di jalanan yang mengakibatkan kekacauan lingkungan, semuanya dimulai dari kemarahan. Orang marah akan jauh dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Kenapa doa-doa yang dipanjatkan di sepertiga malam dinamakan munajat? Munajat artinya berbisik-bisik. Berbisik-bisik lebih identik dengan sebuah kedekatan yang intens. Lebih intens dari orang berbicara biasa. Berbeda dengan orang marah. Orang yang sedang marah, walaupun yang dimarahi hanya berjarak satu meter, namun nada bicaranya tinggi, matanya melotot seperti orang yang sedang berbicara dengan jarak 100 meter. Kenapa seperti itu? Sebab walaupun dekat secara raga, namun jauh secara ruh. Marah bisa memecah jarak itu menjadi terbentang jauh. Rasulullah ﷺ bersabda لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ Artinya “Orang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat. Namun orang yang kuat adalah yang bisa mengontrol pribadinya ketika marah.” HR Bukhari Dalam hadits lain إِنَّ خَيْرَ الرِّجَالِ مَنْ كَانَ بَطِيءَ الْغَضَبِ سَرِيعَ الرِّضَا وَشَرِّ الرِّجَالِ مَنْ كَانَ سَرِيعَ الْغَضَبِ بَطِيءَ الرِّضَا Artinya “Sesungguhnya, sebaik-baik orang adalah orang yang lambat meletup emosinya dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah orang yang cepat marah dan lambat meridlai.” HR. Ahmad. Hadirin, hafidhakumullah, Di antara usaha kita untuk mengontrol emosi kita supaya tidak mudah marah, ada beberapa tips sebagai berikut Pertama, membaca ta’awudz. Hal ini sebagaimana dalam hadits Nabi yang diceritakan oleh Sulaiman Shurad اسْتَبَّ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ عِنْدَهُ جُلُوسٌ، وَأَحَدُهُمَا يَسُبُّ صَاحِبَهُ، مُغْضَبًا قَدِ احْمَرَّ وَجْهُهُ، Ada dua laki-laki di samping Nabi ﷺ sedangkan kita sedang duduk-duduk. Salah satu di antara mereka mencaci temannya, marah, wajahnya memerah. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً، لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَالَ أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ " Kemudian Nabi ﷺ bersabda “Sesungguhnya aku ini mengetahui ada sebuah kalimat yang jika dibaca, kemarahan itu akan hilang yaitu jika dia membaca “a’ûdzu billâhi minas syaithânir rajîm” HR. Bukhari Kedua, berwudhu. Rasulullah ﷺ إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ Artinya “Kemarahan itu dari setan, sedangkan setan terbuat dari api. Api hanya bisa padam dengan air. Jika di antara kalian marah, berwuduulah.” HR. Ahmad, Abu Dawud. Ketiga, Duduk. Dalam sebuah hadits, Rasul bersabda إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ Artinya “Apabila di antara kalian ada yang marah dalam keadaan berdiri, duduklah!. Jika marah tidak bisa hilang, Bertidur miringlah!.” HR. Ahmad, Abu Dawud Keempat, Diam. عَلِّمُوا وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا Artinya “Mengajarlah kalian, berikan kemudahan, jangan mempersulit masalah. وَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ Jika di antara kalian ada yang marah, maka diamlah.” HR. Ahmad. Kelima, bersujud yang berarti shalat sunnah minimal dua rakaat. Dalam sebuah hadits أَلَا وَإِنَّ الْغَضَبَ جَمْرَةٌ فِي قَلْبِ ابْنِ آدَمَ أَمَا رَأَيْتُمْ إِلَى حُمْرَةِ عَيْنَيْهِ وَانْتِفَاخِ أَوْدَاجِهِ. Artinya “Ingatlah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati anak Adam. Tidakkah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? فَمَنْ أَحَسَّ بِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ فَلْيَلْصَقْ بِالْأَرْضِ Barangsiapa yang mendapati hal tersebut, hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah sujud.”HR. Tirmidzi Hadirin, hafidhakumullah, Kita perlu ingat, beginilah hidup di dunia ini. Tidak selalu sesaui dengan bayang dan ciita-cita kita. Keadaan akan sesuai dengan keinginan perlu sedikit menunggu saat di surga. Kewajiban kita di dunia ini berusaha sekuat tenaga untuk menjadi orang-orang yang bertakwa. Orang yang bertakwa dicirikan dalam Al-Quran sebagai berikut الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. Artinya Orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Jelas, di antara ciri-ciri di atas adalah orang yang menahan amarahnya. Melalui penjelasan khutbah di atas, semoga kita dituntun oleh Allah sehingga kita bisa menahan amarah, tidak suka marah dan menjadi orang yang penyabar. Harapan kita, kelak, dengan menahan amarah ini, semoga kita akan meninggalkan dunia ini dengan husnul khatimah, amin. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَجَعَلَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاِت وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. إِنَّهُ هُوَ البَرُّ التَّوَّابُ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ. أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيْم، بسم الله الرحمن الرحيم. وَالْعَصْرِ ١ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ٢ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ٣ ـ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرّاحِمِيْنَ ـ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ، فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينْ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَعَنْ سَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Ustadz Ahmad Mundzir, pengajar di Pesantren Raudhatul Qur’an an-Nasimiyyah, Semarang
khutbah jumat keutamaan dzikir